Nasabah BNI di Gowa Kehilangan Rp15 Juta Tanpa Izin: "Saya Tidak Pernah Punya Kartu Kredit!"
Gowa Sulsel – Seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel) dibuat terkejut dan kecewa setelah mendapati saldo tabungannya raib hingga lebih dari Rp15 juta tanpa pemberitahuan, tanpa izin, dan tanpa alasan yang jelas.
Irwan Abidin, nama nasabah tersebut, menyampaikan kegelisahannya dalam sebuah surat terbuka kepada media pada Rabu (25/6). Ia menilai apa yang dialaminya bukan sekadar kelalaian, tetapi pelanggaran serius terhadap hak konsumen.
“Bagaimana mungkin rekening saya didebet dua kali untuk membayar tunggakan kartu kredit BNI, sementara saya bahkan tidak pernah memiliki kartu kredit BNI?” ujar Irwan dengan nada penuh keheranan.
Kejadian ini pertama kali disadari Irwan pada 20 Juni 2025, saat memeriksa saldo rekeningnya. Ia mendapati bahwa dana sebesar Rp9.680.299 telah hilang tanpa notifikasi.
Setelah ia telusuri lewat mobile banking, transaksi mencurigakan tertulis. “Transfer ke Nomor RCR/7.6/19805 Pendebetan tunggakan BNICC 0767360289401090.3563930001512541.” “Nomor kartu itu bukan milik saya. Saya tidak pernah punya kartu kredit di BNI, apalagi sampai menunggak,” katanya.
Yang lebih mencengangkan, menurut Irwan, kejadian serupa ternyata telah terjadi sebelumnya, pada 30 Januari 2025. Saat itu, dana sebesar Rp6.148.231 juga hilang dari rekeningnya, dengan narasi transaksi yang identik yaitu pendebetan tunggakan kartu kredit.
Irwan mengaku langsung menghubungi customer service BNI pada 21 Juni. Namun respons yang diterimanya malah menambah kebingungan. “Saya diminta menghubungi bagian kartu kredit. Tapi saya tidak punya kartu itu! Ini seperti disuruh menyelesaikan masalah orang lain,” ujarnya geram.
Merasa dirugikan secara materiil dan emosional, Irwan menuntut BNI untuk yakni memberikan penjelasan resmi dan transparan, mengembalikan dana yang telah ditarik secara sepihak, serta melakukan investigasi internal menyeluruh. “Sebagai nasabah, saya percaya bahwa bank wajib menjaga dana saya. Ini bukan uang main-main. Saya setia dengan BNI, tapi kejadian ini sangat mengecewakan,” tutupnya.
Kisah Irwan menjadi pengingat bahwa bahkan nasabah loyal pun tidak kebal dari potensi kesalahan sistem perbankan. Ia mendesak BNI untuk memperkuat sistem keamanan dan validasi transaksi agar kasus serupa tidak terjadi pada nasabah lainnya. (TIM)
Pimred