PETI Excavator di Semoncol Diduga Dilindungi “Orang Kuat”, APH Dinilai Tutup Mata

PETI Excavator di Semoncol Diduga Dilindungi “Orang Kuat”, APH Dinilai Tutup Mata

Sanggau, Kalbar,  – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat jenis excavator di Desa Semoncol, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, kian menjadi sorotan. Meski berlangsung terang-terangan dan disebut telah lama beroperasi, aktivitas ilegal tersebut hingga kini belum juga tersentuh penindakan hukum. Rabu, 15/4/2026.

Kondisi ini memicu dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa operasi PETI tersebut mendapat perlindungan dari pihak-pihak tertentu sehingga para pelaku terkesan bebas menjalankan aktivitasnya tanpa rasa takut.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, tambang ilegal itu diduga dikendalikan oleh seorang pemodal besar berinisial YS, yang disebut memiliki jaringan backing kuat.

“Sudah bukan rahasia lagi di lapangan siapa yang main. Pakai excavator, kerja siang malam, tapi aparat seperti tidak melihat,” ujar seorang warga.

Penggunaan excavator dalam PETI menandakan bahwa aktivitas tersebut bukan penambangan rakyat biasa, melainkan operasi tambang ilegal bermodal besar yang diduga terorganisir dan melibatkan kepentingan banyak pihak.

Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas PETI di wilayah Kabupaten Sanggau. Sebab, bila aktivitas sebesar ini terus dibiarkan, maka wajar jika muncul asumsi bahwa ada pembiaran sistematis atau bahkan dugaan perlindungan dari oknum tertentu.

Selain melanggar hukum, aktivitas PETI tersebut juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan berat, merusak struktur tanah, mencemari aliran sungai, serta mengancam keselamatan warga di sekitar kawasan tambang.

Masyarakat mendesak Kapolres Sanggau, Polda Kalbar, hingga aparat penegak hukum pusat untuk turun tangan langsung dan membongkar siapa aktor utama di balik operasi PETI excavator yang diduga kebal hukum tersebut.

“Jangan hanya pekerja lapangan yang ditindak. Bongkar juga pemodal dan backing-nya jika memang serius memberantas PETI,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak berinisial YS terkait dugaan tersebut.

Tim Investigasi